Halal Bihalal FK-PLP, Gubernur Lampung Ajak Perantau Perkuat Persatuan dan Dorong Kemajuan Daerah

Rabu 01-04-2026,12:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

LAMPUNG, LAMPUIJO.CO.ID - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Lampung di perantauan, untuk memperkuat persatuan dan meninggalkan sekat-sekat perbedaan demi mendorong kemajuan daerah. 

Ajakan tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah/ Tahun 2026 Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK-PLP) di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Minggu, 29 Maret 2026.

“Tidak boleh ada pengkotak-kotakan. Kita harus bersatu untuk mengejar ketertinggalan dan menyamakan langkah dengan provinsi lain di Indonesia,” tegasnya.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa kegiatan halal bihalal memiliki makna penting sebagai ruang untuk saling menguatkan, mengingatkan, serta mempererat ikatan batin sebagai satu keluarga besar Sai Bumi Ruwa Jurai di mana pun berada.

BACA JUGA:Dharma Santi Caka 1948 dan HUT WHDI, Plt Bupati Lamteng Tekankan Kerukunan Umat

“Perantau tidak pernah memutuskan akar. Justru dari tanah rantau banyak putra-putri Lampung yang tumbuh, belajar, dan berkontribusi di berbagai bidang. Ini menjadi kekuatan besar ketika jejaring perantauan terhubung dengan daerah asal,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa tahun ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya forum perantau Lampung dapat berkumpul dalam suasana halal bihalal, baik di Provinsi Lampung maupun di Mahan Agung.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan kondisi dan potensi Provinsi Lampung saat ini. 

Ia menjelaskan bahwa struktur ekonomi Lampung masih didominasi sektor pertanian, khususnya tiga komoditas utama, yakni singkong, padi dan jagung yang menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat.

BACA JUGA:Final FIFA Series 2026, Ini Prediksi Line Up Indonesia vs Bulgaria

Menurutnya, selama bertahun-tahun, harga komoditas tersebut cenderung tidak stabil dan sering mengalami penurunan saat panen yang berdampak pada rendahnya kesejahteraan petani dan tingginya angka kemiskinan.

Namun, Gubernur Mirza mengungkapkan bahwa kondisi tersebut mulai membaik seiring kebijakan pemerintah pusat yang menaikkan dan menjaga stabilitas harga komoditas, serta penghentian impor singkong. 

Ia menilai kebijakan ini berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

“Pendapatan masyarakat meningkat hampir dua kali lipat. Pertumbuhan ekonomi Lampung pada 2025 juga mulai melampaui rata-rata nasional. Aktivitas ekonomi di desa meningkat, terlihat dari naiknya penjualan kendaraan dan distribusi barang ke wilayah perdesaan,” jelasnya.

BACA JUGA:HFN 2026 di Yogyakarta Jadi Momentum Penguatan Filateli sebagai Arsip Budaya

Kategori :