Halal Bihalal ASN, Pemerintah Kota Yogyakarta Dorong Semangat Saling Memaafkan dan Gotong Royong

Minggu 29-03-2026,20:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.CO.ID — Pemerintah Kota Yogyakarta menekankan pentingnya memperkuat nilai keimanan melalui sikap saling memaafkan serta menjaga semangat gotong royong dalam momentum Halal Bihalal usai Idulfitri 1447 H.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo saat memimpin apel sekaligus Halal Bihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Yogyakarta, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan itu diikuti oleh jajaran ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Hasto didampingi istri bersama Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan dan istri turut bersalaman dengan para ASN sebagai bentuk kebersamaan dan saling memaafkan.

Dalam arahannya, Hasto mengajak para ASN untuk memulai kembali dengan hati yang bersih serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:Open House Halal Bihalal Condongcatur Masuki Tahun ke-10, Jadi Wadah Silaturahmi Hangat Warga dan Pemerintah

“Sebagai manusia, kita harus ikhlas dan saling memaafkan. Hal-hal yang sudah berlalu tidak perlu terus diingat, tetapi dijadikan bahan untuk memperbaiki diri, keimanan, dan hubungan dengan sesama agar ke depan menjadi lebih baik, baik di hadapan Tuhan maupun dalam melayani masyarakat,” ujar Hasto.

Ia menegaskan, Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.

Di sisi lain, Hasto juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan ke depan yang perlu diantisipasi, seperti kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, menurunnya alokasi Transfer ke Daerah (TKD), hingga potensi krisis energi.

Untuk itu, Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengarahkan program pada kegiatan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta fokus pada penyelesaian persoalan di tingkat kota.

BACA JUGA: Arus Mudik 2026 di Terminal Giwangan Mulai Melandai Usai Puncak Keberangkatan

Beberapa program prioritas yang terus didorong antara lain gerakan kebersihan lingkungan, pengelolaan dan pemilahan sampah, serta penguatan gerakan MAS JOS. Selain itu, sektor kesehatan, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian.

Program-program tersebut mencakup pencegahan stunting, pembangunan keluarga, peningkatan kesehatan mental, pemberdayaan lansia, hingga bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu.

Pemkot Yogyakarta juga berupaya memperkuat ekonomi masyarakat melalui program Wamira serta pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Hasto menegaskan, seluruh langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendorong pembangunan yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, difabel, perempuan, anak, serta masyarakat kurang mampu.

“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami optimistis pertumbuhan ekonomi bisa dipercepat, pemerataan pembangunan terwujud, dan stabilitas ekonomi di Kota Yogyakarta tetap terjaga,” pungkasnya. (Faqih).

Kategori :