PANARAGAN, LAMPUIJO.CO.ID - Satu diantara warga Tiyuh (Desa) Bandar Dewa, Suku 3, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung. Mulyadiana (40), kini harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten setempat.
Hal tersebut pasca kediaman miliknya yang terbuat dari bilik geribik bambu mengalami ambruk, akibat bahan bangunan telah usang dan termakan zaman, beruntung kejadian pada senin malam 16 Maret 2026 sekitar pukul 21.30 Wib tersebut tidak menelan korban jiwa.
Empati atas musibah itu, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Tubaba bersama Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau dikenal Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melakukan kunjungan kemanusiaan ke RSUD setempat, pada Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Ketua Lazismu Tubaba. Bambang Wiyono, didampingi relawan MDMC Baris Sustanto mengatakan bahwa kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat dan solidaritas terhadap warga yang tertimpa musibah.
BACA JUGA:Condongcatur Bahas RPJMKal 2028–2029 Lewat Musrenbangkal, Sinkronkan Masa Jabatan Lurah
Selain memberikan dukungan moral agar korban segera pulih, Lazismu Tubaba juga menyerahkan bantuan berupa santunan tunai untuk meringankan beban keluarga selama masa perawatan.
"Kami hadir untuk memastikan bahwa saudara kita yang sedang tertimpa musibah tidak merasa sendirian. Bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang kami salurkan langsung kepada yang berhak," katanya.
Aksi tanggap bencana ini dilakukan segera setelah tim relawan menerima laporan mengenai musibah yang menimpa Mulyadiana atau sering disapa "Acik Mul" salah satu korban rumah ambruk warga akibat faktor cuaca ekstrem atau kondisi bangunan yang sudah tidak layak.
Melalui Lazismu, Bambang Wiyono berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban dan mempercepat proses pemulihan tubuh dan pembangunan kembali rumah tersebut.
BACA JUGA:RAPI Depok Dirikan Posko Bankom Lebaran 2026 di Condongcatur
"Musibah ini menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya solidaritas sosial di Kabupaten Tubaba, utamanya dalam menghadapi bencana alam atau dampak rumah roboh yang kerap menimpa warga kurang mampu," jelasnya.
Sementara itu, Bambang Irawan (37) selaku suami korban rumah Ambruk memberikan apresiasi atas bantuan yang disalurkan oleh pihak relawan Muhamadiaya Tubaba.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Lazismu. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami yang sedang tertimpa musibah," kata Bambang
Selain itu, kerabat korban inisial SM (53) menyayangkan atas sikap pemerintah daerah Tubaba, yang melakukan penolakan pengajuan berkas administrasi untuk usulan bantuan program bedah rumah sebelumnya.
“Saat itu korban sudah di data untuk diajukan program bantuan bedah rumah, diperjalanan, data dan nama mereka di coret, dengan alasan tidak masuk dalam data base pemerintah pusat,” imbuhnya (Rusman).