Dinkes Yogyakarta Ajak Masyarakat Cegah Dehidrasi dengan Pola Berbuka yang Sehat

Sabtu 07-03-2026,11:00 WIB
Reporter : Alvin Septian
Editor : Alvin Septian

YOGYAKARTA, LAMPUIJO.ID — Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) mengimbau masyarakat untuk menjaga asupan cairan tubuh selama waktu berbuka puasa guna mencegah dehidrasi.

Dalam materi edukasi yang disampaikan kepada publik, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menekankan pentingnya memeriksa status hidrasi tubuh. Salah satu indikator sederhana yang dapat diperhatikan adalah warna dan jumlah urin. Urin yang berwarna pekat dan keluar dalam jumlah sedikit dapat menjadi tanda dehidrasi.

Pada waktu berbuka puasa, masyarakat dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih serta cairan sehat lainnya seperti susu, jus, air kelapa, maupun infused water. Selain itu, konsumsi sayur berkuah dan buah-buahan yang mengandung banyak air seperti semangka, pir, apel, jeruk, dan melon juga disarankan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Sebaliknya, Dinas Kesehatan mengingatkan agar masyarakat membatasi konsumsi minuman yang bersifat diuretik seperti kopi dan teh berkafein karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan. Makanan tinggi garam juga sebaiknya dihindari karena dapat memicu rasa haus berlebihan.

BACA JUGA:Bos Rokok HS Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kecelakaan di RSUD Wates, Beri Santunan hingga Beasiswa

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan gangguan kesehatan selama Ramadan, terutama di tengah aktivitas masyarakat yang tetap tinggi meski menjalani ibadah puasa.

Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat lebih memperhatikan pola konsumsi saat berbuka dan sahur agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik serta terhindar dari risiko dehidrasi yang dapat mengganggu kesehatan dan produktivitas. (Faqih).

Kategori :